Vulkanisme
Menyuburkan tanah
Pernahkah Anda berfikir kenapa penduduk Indonesia sebagian besar berada di pulau Jawa? Salah satu alasannya adalah pulau Jawa tanahnya subur. Kesuburan tanah ini diakibatkan oleh banyaknya gunung api yang terdapat di pulau Jawa. Ini barangkali salah satu manfaat kegiatan vulkanisme. Kenapa gunung api bisa menyuburkan tanah?
Ketika gunung meletus banyak mengeluarkan abu. Abu vulkanik ini pada awalnya menutupi daerah pertanian dan merusak tanaman yang ada. Namun dalam jangka waktu setahun atau dua tahun saja, tanah ini menjadi jauh lebih subur. Kesuburan ini dapat bertahan lama bahkan bisa puluhan tahun. Selain itu tanah hancuran bahan vulkanik sangat banyak mengandung unsur hara yang menyuburkan tanah.
galian
Bahan galian yang sangat berharga banyak dihasilkan gunung api. Pada saat gunung api masih aktif dihasilkan bahan galian seperti : belerang, pasir, batu bangunan, tras, batu apung, dan sebagainya. Sedangkan pada saat gunung api yang istirahat dapat dihasilkan bahan tambang seperti : emas, perak, besi, timah, marmer, dan lainnya. Di samping itu banyak pula batuan malihan akibat persinggungan magma dengan mineral tertentu, sehingga terbentuk cadangan mineral baru yang lebih berharga, seperti tembaga, batu pualam, dan kokas.
wisata
Jika Anda pernah mengunjungi kawah Gunung Bromo di Jawa Timur atau Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat tentunya Anda akan bisa berceritera indahnya gunung api. Memang gunung api bisa menjadi obyek wisata alam yang menarik. Di sini kita bisa menyaksikan kepundan yang menarik, pemandangan yang indah, hawa yang sejuk dan segar, aroma bau belerang, atau keanehan dan keindahan lain yang hanya bisa ditemukan di sekitar gunung api.
Penangkap air hujan
Gunung api juga bermanfaat sebagai penangkap hujan yang baik. Dengan tanahnya yang subur, berakibat pada tumbuh suburnya berbagai tumbuhan dan hutan yang lebat. Ini berarti gunung berapi menjadi tempat reservoir air tanah yang sangat baik. Hutan lebat ini bisa menghasilkan mata air yang sangat berguna terutama sebagai sumber air di musim kemarau. Sedangkan musim hujan, hutan dapat menyerap air dan menahan erosi/longsor sehingga dapat mencegah terjadinya banjir.
Posted on on Oktober 22nd, 2008 in
Materi Pelajaran
|
1 Comment »
Permasalahan Vulkanisme
Pengaruh kegiatan vulkanisme selain yang menguntungkan tadi, ternyata bisa menimbulkan masalah terutama terhadap lingkungan di sekitarnya. Gunung api khususnya saat meletus dapat membahayakan dan mengancam jiwa. Bahaya tersebut di antaranya:
1. Pada waktu terjadi letusan, semburan lapili, dan pasir panas dapat merusak bangunan, lahan pertanian, tanaman, bahkan hewan di sekitar gunung api. Abu vulkanik yang bisa menyebar secara luas juga dapat mengganggu dan membahayakan penerbangan. Aliran lava dan lahar panas dapat merusak bangunan dan lahan pertanian yang dilaluinya.
2. Gas beracun yang dikeluarkan pada saat erupsi dapat mengancam mahluk hidup termasuk manusia. Misalnya pada saat letusan kawah Timbangan dan Sinila tahun 1979, sekitar 149 jiwa manusia meninggal akibat menghirup gas beracun.
3. Bahan yang dikeluarkan gunung berapi biasanya menumpuk di puncak dan lereng-lereng gunung. Pada waktu hujan, bahan-bahan ini terbawa oleh air hujan menjadi lahar dingin. Lahar dingin akan merusak daerah yang dilaluinya, seperti sungai, lahan pertanian, rumah, dan lain-lain. Misalnya lahar dingin gunung Merapi di Jawa Tengah sering melanda daerah Magelang dan Yogyakarta.
Posted on on Oktober 22nd, 2008 in
Materi Pelajaran
|
No Comments »
EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
Langkah-langkah :
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk
memperhatikan/menganalisa gambar
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar \
tersebut dicatat pada kertas
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai
tujuan yang ingin dicapai
7. Kesimpulan
Posted on on Oktober 22nd, 2008 in
Metode Pembelajaran
|
1 Comment »
ITEM AND TES ANALYSIS MANUAL (ITEMAN)
PEDOMAN PENGGUNAAN ITEMAN
A.Pendahuluan
Iteman merupakan perangkat untuk menganalisis butir soal dan tes. Hasil analisis
dengan iteman meliputi:
a. Tingkat kesukaran
b. Daya pembeda soal
c. Statistic sebaran jawaban
d. Reliabilitas tes
e. Kesalahan pengukuran
f. Distribusi skor setiap peserta tes
Program iteman didasarkan pada teori tes klasik. Kelemahan utama dari program ini
adalah sangat dipengaruhi oleh kemampuan responden. Artinya jika soal diujikan pada
anak berkemampuan tinggi dengan anak berkemampuan rendah maka akan terjadi
perbedaan hasil analisis. Untuk mengantisipasi tersebut maka biasanya analisis soal
dengan menggunakan iteman dilakukan secara sampling, dengan melibatkan kurang lebih
500 responden. Semakin besar sampling dan semakin baik teknik samplingnya maka
semakin baik kualitas hasil analisis.
B. Langkah-langkah
1. Membuat File Data
2. Menjalankan program ITEMAN
3. Melakukan interpretasi hasil
C. Membuat File Data
1. Contoh File data (file data ditulis dengan notepad), terlampir
2. Keterangan Pengisian File Data
a. Baris Pertama:
• Kolom 1-3 : jumlah butir soal (contoh: 020)
• 4 : Spasi
• 5 : jawaban kosong (omit), ditulis 0
• 6 : Spasi
• 7 : soal yang belum dikerjakan, ditulis n
• 8 : spasi
• 9-10 : jumlah identitas data siswa (cntoh: 10)
• Tambahan keterangan:
Kolom 1-3, Untuk menuliskan jumlah soal: Kolom 1 ratusan, kolom 2
puluhan, kolom 3 satuan
Kolom 5 : butir soal yang tidak dijawab
Kolom 7 : butir soal yang belum sempat dikerjakan
Kolom 9-10: panjang karakter untuk identitas siswa.
b. Baris kedua : kunci jawaban
c. Baris ketiga :jumlah jawaban
d. Baris Keempat : ‘Y’ butir soal yang dianalisis, ‘N’ butir saol yang
tdk dianalisis
e. Baris kelima dst :berisi jawaban siswa
D. Menjalankan Program Iteman
1. Double klik file program iteman
2. Tulislah file data: contoh TIK.TXT, kemudian tekan enter
3. Ketik nama file hasil analisis, contoh TIK.hsl, kemudian tekan enter
4. Ketik ‘Y’, kemudian tekan enter
5. Ketik file untuk total skor siswa, contoh TIK.SKR, kemudian tekan enter.
6. Analisis selesai
E. Interpretasi hasil Analisis
1. Contoh Hasil Analisis dengan ITEMAN terlampir
2. Hasil analisis dengan iteman dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu
statistik butir soal dan hasil analisis statistic tes/skala.
3. Interpretasi hasil:
a. Statistik butir soal:
untuk tes yang teridiri dari butir-butir soal yang bersifat dikotomi
misalnya pilihan ganda, statistic berikut adalah output dari setiap butir
soal yang dianalisis:
• Seq.No: adalah nomor urut butir soal dalam file data
• Scala item: nomor urut butir soal dalam tes
• Prop.Correct: proporsi siswa yang menjawab benar butir tes. (indeks
tingkat kesukaran soal secara klasikal),
Catatan: p>0,7 (mudah); 0,3 ≤p≥0,70 (sedang) dan p < 0,3 (sukar)
• Biser : indeks daya pembeda soal (koef.korelasi biserial). Nilai positif
artinya peserta tes yang menjawab benar butir soal mempunyai skor
relative tinggi dalam tes tersebut. Sebaliknya nilai negative
menunjukkan bahwa peserta tes yang menjawab benar butir tes memperoleh
skor tes yang relative lebih rendah dalam tes.
• Pint biserial: juga indeks daya pembeda soal (koef. point biserial)
Catatan: Daya pembeda soal berfungsi untuk menentukan dapat tidaknya
suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang diukur dengan perbedaan
yang ada pada kelompok itu. Tujuan dari pengujian daya pembeda adalah
untuk melihat kemampuan butir soal dalam membedakan antara peserta didik
yang berkemanpuan tinggi dengan peserta didik yang berkemampuan rendah.
b. Statistik tes
• N of Items : jumlah btir soal dalam tes yang dianalisis.
• N of Examines : Jumlah peserta tes
• Mean : Skor/rerata peserta tes
• Variance : varian dari dsitribusi skor peserta tes yang memberikan
gambaran tentang sebaran skor peserta tes.
• Std.Deviasi : Deviasi standar dari distribusi skor tes (akar dari
varians)
• Skew : kemiringan
• Kurtosis : puncak distribusi
• Minimum :skor terndah
• Maximum : skor tertinggi
• Median : skor tengah
• Aplha : homogenitas tes
• SEM : kesalahan pengukuran standar
• Mean P : rerata tingkat kesukaran
• Mean item tot : rerata indeks daya pembeda (koef point biserial)
• Mean biserial : rerata indek daya pembeda (koef. Biserial)
• Scale intercorelation : indeks korelasi antara skor-skor peserta tes
4. File skor:
Program iteman juga memberikan hasil skor untuk setiap peserta tes yang
menunjukkan jumlah benar dari seluruh jawaban.
Program iteman mampu menganalisis maksimal 250 butir soal dalam satu file
dengan kapasitas 3.000 responden.
Posted on on Oktober 22nd, 2008 in
Administrasi Pembelajaran
|
1 Comment »